Jumat, 23 Januari 2015

Perempuan dan Teman



Perempuan dan Teman

Ah, Sayang !! Apa kabar, Kamu? Selama ini baik, bukan? Aku? Masih baik-baik saja, Sayang. Hanya saja, ada hal-hal yang sangat susah kuatasi sendiri akhir-akhir ini. Awal tahun ini cukup berat, Sayang. Harus ku tuntaskan hal-hal yang berhubungan dengan akademik-ku. Aduh, kau tahu kan, aku tidak terlalu baik di kuliah-ku. Aku biasa-biasa saja soal sekolah, tidak begitu pintar seperti kamu, Sayang. Belum lagi, aku cukup banyak mendengar pengancaman di awal tahun ini. Bikin ngeri saja, Sayang...
Selain masalah kuliah, aku juga menggalau karena hati loh, Sayang. Bagaimana tidak, belum apa-apa aku sudah (merasa) patah hati sendiri. Niatan hati mau punya pasangan, eh, masih belum kesampaian. Malahan, penolakannya cukup buat aku merasa tak enak hati, Sayang.  Tapi ya sudahlah, mau bilang apa lagi lah. Nikmati saja.
Tapi dibalik rasa (-rasa) gamang ku, aku masih bahagia saja lah, Sayang. Aku masih dikasih Tuhan kesempatan untuk ketemu orang-orang baru. Tanggal 13 Januari 2015 lalu aku ke Pulau Enggano loh, Sayang. Itu pengalaman pertama ku jadi Volunteer dan itu menyenangkan. Bekerja sama dengan rekan-rekan volunteer lain yang punya segudang prestasi, bertemu dengan anak-anak SD dan SMP Desa Kahyapu, Enggano yang menyenangkan, dapat keluarga baru yang benar-benar baik. Aku benar beruntung, Sayang. Tidak menyesal lah kesana rela-rela kutinggalkan apapun di Kota, termasuk sok-sok berani untuk tidak peduli pada mata kuliah yang nilainya masih in process sementara kawan-kawan yang lain sudah punya ekspresi tetap soal nilai mereka. Tapi sekali lagi, itu mendebarkan sekligus menegangkan.
Ah, biarin deh, Sayang. Toh aku bahagia sekali disana. Berkunjung ke pulau-pulau gugusan, melompat bebas dari atas jembatan menuju laut jernih nya Enggano. Belum lagi, kita sesama volunteer juga melakukan banyak hal bersama. Makan bersama, masak bersama, tidur bersama, mandi bersama, mancing bersama, berenang bersama, selfie bersama, sampai nge-gosip pun sama-sama. Ah, pokoknya terima kasih rekan volunteer, terima kasih Desa Kahyapu. Terimakasih buat Do Han, Kak Jo, Cece, Uda Ferdi, Partner Medi, Kak Andrew Dremers, Kak Ozi, Ustad selfie, dedek Lia, dedek Yuri, dedek Yuyun, Kak Rafiq, bang Allan. You’re rock, guys!!
Dan, Enggano selesai, masalah pun sampai. Laporan akhir PPL belum kelar. Sekalinya uda kelar, si mem pamong kok susah ya dimintain tanda tangan. Laporan salah terus, padahal uda sebaik yang ku bisa. Mana uda deadline, belum minta tanda tangan kepsek pula, apalagi tanda tangan dosen. Absolutely, no. Oke, itu masalah yang ke-1.
Masalah ke-2, soal nilai yang ternyata masih in process alias Belum Lengkap alias BL di portal. Eh, nemuin si Oma deh, kena omel sehabis-habisan, sepanjang-panjang kali lebar kali tinggi. Astaga, Oma, segitunya!!
Ke-3 nya masih tetap aja gamang soal cinta-cinta an. Kalo ini kata temen-teman perempuan ku dasar akunya yang sotoy. Pulang dari Enggano berharap langsung ditanyain kabar nya, langsung dihubungin via BBM, Facebook,SMS, phone, atau apalah. Tapi harapan ya gitu, deh. Banyakan gak terwujud dari pada terwujud. Jadi bete, kesal! Padahal waktu di pulau (yang benar-benar susah signal) aku merenung karena benaran nahan rindu, deh. Tapi ya mau dikatakan apa lagi, kita tak akan pernah satu. Dia gak rindu aku, sodara-sodara.
Hhmmm, sayang... tapi aku masih bahagia. Rabu kemarin, si Ike jadi pendamping di kampus sampai sore menjelang. Kita punya problem yang sama. Kita bertemu dan saling cerita dan saling mengumpat dan saling mengasihani, juga menyemangati diri masing-masing. Tapi kami bahagia, sangat bahagia.
Soal laporan, Sayang, untungnya ada si Agnes yang baik hati memperbolehkan aku yang rumahnya jauh banget dari kampus ini untuk numpang tidur dan numpang nge-print di kosan tercintanya yang kalo mau masuk harus liat-liat bapak Kos dulu supaya gak ketauan nginep. Terimakasih ya, Nang Agnes, juga buat susu hangat nya.
Ah, ya... Kamis kemarin paling berkesan loh, sayang. Berjam-jam di asrama kampus tepatnya di kamar si Lova. Kita berlima, aku, Vina, Ranti, Lova, Yoneng. Kita berbagi apapun, kesedihan, keceriaan, kegalauan. Kita cerita apapun, skripsi, cinta, keyakinan, patah hati, dan masa depan. Bahkan berbagi bedak, lipstik, dan cermin. Benar-benar hangat, Sayang, meski hujan Kamis itu deras bertubi-tubi.
Ah, ini tentang perempuan dan teman. Aku perempuan, dan aku punya teman. Teman yang siap berbagi, apapun itu selagi layak untuk dibagi. Teman yang punya karekter beda tapi tak pernah jadi penghalang untuk sebuah tawa. Ah, terimakasih, ya Perempuan.
Lalu akhirnya, meski tadi aku sempat patah hati (lagi (versi sendiri)) gara-gara jadi stalker-mu, Sayang, aku tak jadi menangis karena ingat teman. Aku merasa, kamu yang jauh disana (dengan segala milik mu) memang hanyalah kejauhan yang sangat sulit untuk digapai. Ya, sesuai dengan ketetapan hati sendiri, tekad yang penuh, dan teman (perempuan) ku yang sudah bolak-balik kasih petuah, aku putuskan untuk berhenti saja pada mu. I’m done with you, Sayang. Kamu kan (sepertinya) emang gak juga suka aku sebagai perempuan. Lagipula, selama ini itu bukan karena menyukai (ku pikir), tapi sikap menghargai karena kita sedang dalam posisi yang sama. Tapi tetap saja terima kasih buat apapun ya, Sayang.
Ok, girls! Jadi Kamis ini, kita banyak dapat kata-kata dan istilah baru. “Beda Keyakinan”, “Cinta Lewat Udara”, “Terlewatkan”, “Segudang Prestasi dengan Banyak Masalah Hati”, “Babi Terbang” (upss), “Buta Warna”, “Kate Middleton”, “Iblis”, “Al-quran perempuan solehah”, “Pindah Agama”, lalu apa lagi ya? Hahahaah.... apapun lah, terimaksih untuk Kamis mendung ini. Meski hujan dan dingin, tapi hati kita tetap jadi tenang dan hangat.
Ending-nya, biar makin sok puitis, aku tulis ini yaa...
          “Perempuan yang cerdas mampu mengubah padang pasir menjadi taman bunga yang indah”. (Lima Perempuan : 2015)
Selamat menuju Jum’at berkah, Sayang, Perempuan. Semoga berkah !!!