Jumat, 05 Desember 2014

I Won't Give Up : Ujian PPL



Hey, Sayang !! Wah, benar-benar sudah sangat lama tidak menulis dan menyapa. Ini buka karena aku sengaja, tapi rutinitas nya benar-benar menyita waktu dan perhatian. Sayang, selamat hari Kamis, ya. Sudah di penghujung tahun sekarang. Harus ada resolusi lagi, perubahan lagi, peningkatan lagi.
Sayang, sambil menulis ini aku tahan-tahan sakit loh. Kemarin sore aku sial lagi menabrak mamang tukang galon. Aku mau berangkat ke Gereja bertemu anak-anak Sekolah Minggu, tapi mau bilang apa lagi, sudah jatuh. Jadi sekarang kaki ku sangat bengkak, susah sekali berdiri, apalagi berjalan. Tambah lagi, sore ini meriang kambuh lagi. Sudah pakai baju hangat berlapis-lapis tapi masih merasa menggigil. Untung saja, si Ibu kasih Paracetamol meski sambil ngomel-ngomel mengungkit-ungkit kerja yang ku lalui di waktu-waktu kemarin. Katanya ini salah ku lah, kurang istirahat, banyak ke luar, sering pulang subuh, sekarang sakitnya numpuk. Aduh, semakin sayang sama si Ibu.
            Sayang, hari ini hari yang benar-benar berat buat ku. Aku ujian PPL hari ini. Sebelum ujian sepertinya harus dilalui dulu ujian-ujian lain yang benar-benar bikin kepala makin pening, kaki makin bengkak. Oalah, aku benar-benar harus bertahan dan punya hati yang kuat buat hadapi ini.  Kamu tahu, Sayang, karena kaki bengkak ini aku harus diantar-jemput sama si Bapak. Aku belum kuat untuk berangkat ke sekolah sendiri. Kalo ku paksa, pasti ada lagi bagian tubuh ku yang berbaret ato bengkak. Lagipula pagi tadi hujan nya deras, butirannya besar-besar, dan suara hujannya betulan keras. Daripada basah, ku bujuk lah si Bapak untuk antar-jemput. Aduh, semakin sayang sama si Bapak.
            Ternyata belum selesai sampai disitu, Sayang. RPP ku ketinggalan di rumah. Benar-benar!! Jadi dengan segala keterpaksaan dan kesakitan ku bujuk lagi si jutek, Reinsi untuk boncengkan aku ke warung internet terdekat. Kami ngebut ditengah gerimis yang sama sekali gak romantis. Sambil nge-print RPP sial itu, aku harap-harap cemas bagaimana jika dosen penguji ku bosan menunggu lalu marah, lalu pergi, lalu aku batal ujian. Ya Tuhan, ini benar-benar!!
            Abang penjaga warnet-nya juga lama. Nge-print ­nya benar-benar lama, astaga!! Lalu setelah selesai, aku ingat si Mbak Ana lupa bawa speaker, padahal kan aku ujiannya pakai lagu, bagaimana mau kedengaran lagunya kalo tidak dibantu speaker. Jadi dengan gaya sok PD aku pinjem itu speaker sama si abang warnet. Mungkin karena liat muka maha jelata ku, akhirnya dia pinjam kan barang itu ke aku. Abang warnet, terimakasih.
            Setelah nge-print, masih ada lagi yang benar-benar bikin tenaga ku rasanya habis seketika, Sayang. Sepatu ku rusak parah. Faktor hujan mungkin. Jahitannya lepas, tak berbentuk dan jelas tak bisa dipakai lagi. Sampai di sekolah, si Eda lagi ngomel-ngomel suruh aku lebih cepat. Aduh, Eda cantik, keadaan ku tak mamungkinkan untuk bisa lebih cepat dari apa yang sudah ku lakukan. Oke, lupakan Eda, kembali ke sepatu. Untunglah si cerewet Chintiya rela flat shoes nya aku pinjam dulu. Chintiya, terimakasih.
            Si baik Bian, juga membantu membawa laptop dan speaker. Dia benar-benar teman PPL yang baik. Sampai lah ke kelas 7C. Dosen penguji ku yang super gaul, Mam Esti sudah duduk santai sambil bercerita sama Mbak Ana sama si ngeselin, Dio. Aku minta maaf, lalu Bian bilang kalau Guru Pamong ku pergi tak tau ke mana. Astaga, Mam Pitri, aku ujian dan Mam pergi begitu saja, benar-benar tak abis pikir!! Sambil sakit dan takut aku bilang ke dosen kalo guru pamong ku gak ada. Untunglah, dosen jawab, “Okay, No problem. We can do this without her”. OMG, benar-benar terima kasih ke Dosen satu ini. Then, I did my teaching test without Mam Pitri.
            Kamis ini, setelah aku selesai dengan ujian, aku merenung sambil menunggu jemputan si Bapak. Sebenarnya, Tuhan benar-benar telah melatih ketahanan hati ku hari ini. Aku, tidak pernah boleh utnuk menyerah pada apapun sampai pada titik terakhir. Ini juga ada hubungannya dengan lagu yang ku perdengarkan ke anak-anak saat ujian tadi. I won’t give up on us, even if the skies get rough. Dari lagu itu aku dan anak-anak 7C sama-sama memaknai kata-kata itu. Aku, kami, tidak akan pernah ingin berhenti untuk berusaha meski jika langit mulai menghitam. Jujur, saat di warnet aku sudah bilang ke Reinsi untuk menyerah pada ujian hari ini. Tapi lagi-lagi aku harus berusaha. Lau semua jadi terlaksan. Dan, usaha hari ini setidaknya semakin menguatkan hati. Ujian PPL dengan kaki bengkak dan pincang, tanpa guru pamong, sepatu dan speaker pinjaman. Ah, hari ini benar-benar berbekas, tak terlupakan.
            Dan untuk menutup Kamis malam ini, ku ucapkan ribuan terima kasih untuk semua orang yang jadi ikut-ikutan terlibat karena ujian ku tadi. Terima kasih untuk Ibu, atas omelan, paracetamol¸dan air hangatnya. Terima kasih untuk Bapak, atas antar-jemput dan  kelembutan hati nya mendengar ku mengeluh karena kaki bengkak dan cuaca yang tidak bersahabat. Terima kasih untuk Reinsi atas boncengan dari sekolah-warnet lalu warnet-sekolah. Terima kasih untuk Chintiya yang rela meminjamkan sepatu mengajarnya untuk ku. Terima kasih untuk dosen penguji ku, Mam Esti yang benar-benar mengerti dan peduli. Terima kasih untuk guru pamong, Mam Pitri yang meski tidak mendampingi ujian ku tapi tetapi tetap lembut tersenyum. Terima kasih untuk anak-anak ku siswa-siswi kelas 7C yang hari benar-benar jadi baik dan penurut sehingga ujian ku jadi lancar meski telambat lebih dari setengah jam. Terima kasih untuk Marina, atas pinjaman sendal jepitnya, jadi aku masih bisa pulang dengan beralas kaki. Terima kasih buat Kavka, gadis cantik kelas 4 SD yang Bahasa Inggris nya sudah sangat bagus sehingga jadi pusat perhatian di sekolah. Untuk suaranya yang cantik secantik rupa.
Terakhir, aku mau berterima kasih buat Dia. Satu-satunya orang yang tetap memberi support dan berkata “Semangat!!” ketika yang lain bilang “Makanya hati-hati”. Terima kasih buat 20 menit yang jadi 2 jam saling bincang tentang apapun. Aku jadi merasa punya abang dan sahabat yang baik.
Lalu, terima kasih buat semuanya, Tuhan. Ini benar-benar mendebarkan, luar biasa!!
Selamat Kamis, Sayang !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar