Perempuan dan Teman
Ah,
Sayang !! Apa kabar, Kamu? Selama ini baik, bukan? Aku? Masih baik-baik saja, Sayang.
Hanya saja, ada hal-hal yang sangat susah kuatasi sendiri akhir-akhir ini. Awal
tahun ini cukup berat, Sayang. Harus ku tuntaskan hal-hal yang berhubungan
dengan akademik-ku. Aduh, kau tahu kan, aku tidak terlalu baik di kuliah-ku.
Aku biasa-biasa saja soal sekolah, tidak begitu pintar seperti kamu, Sayang.
Belum lagi, aku cukup banyak mendengar pengancaman di awal tahun ini. Bikin ngeri
saja, Sayang...
Selain
masalah kuliah, aku juga menggalau karena hati loh, Sayang. Bagaimana tidak,
belum apa-apa aku sudah (merasa) patah hati sendiri. Niatan hati mau punya
pasangan, eh, masih belum kesampaian. Malahan, penolakannya cukup buat aku
merasa tak enak hati, Sayang. Tapi ya
sudahlah, mau bilang apa lagi lah. Nikmati saja.
Tapi
dibalik rasa (-rasa) gamang ku, aku masih bahagia saja lah, Sayang. Aku masih
dikasih Tuhan kesempatan untuk ketemu orang-orang baru. Tanggal 13 Januari 2015
lalu aku ke Pulau Enggano loh, Sayang. Itu pengalaman pertama ku jadi Volunteer dan itu menyenangkan. Bekerja
sama dengan rekan-rekan volunteer lain
yang punya segudang prestasi, bertemu dengan anak-anak SD dan SMP Desa Kahyapu,
Enggano yang menyenangkan, dapat keluarga baru yang benar-benar baik. Aku benar
beruntung, Sayang. Tidak menyesal lah kesana rela-rela kutinggalkan apapun di
Kota, termasuk sok-sok berani untuk tidak peduli pada mata kuliah yang nilainya
masih in process sementara
kawan-kawan yang lain sudah punya ekspresi tetap soal nilai mereka. Tapi sekali
lagi, itu mendebarkan sekligus menegangkan.
Ah,
biarin deh, Sayang. Toh aku bahagia sekali disana. Berkunjung ke pulau-pulau
gugusan, melompat bebas dari atas jembatan menuju laut jernih nya Enggano.
Belum lagi, kita sesama volunteer juga
melakukan banyak hal bersama. Makan bersama, masak bersama, tidur bersama,
mandi bersama, mancing bersama, berenang bersama, selfie bersama, sampai nge-gosip
pun sama-sama. Ah, pokoknya terima kasih rekan volunteer, terima kasih Desa Kahyapu. Terimakasih buat Do Han, Kak
Jo, Cece, Uda Ferdi, Partner Medi, Kak Andrew Dremers, Kak Ozi, Ustad selfie, dedek Lia, dedek Yuri, dedek
Yuyun, Kak Rafiq, bang Allan. You’re
rock, guys!!
Dan,
Enggano selesai, masalah pun sampai. Laporan akhir PPL belum kelar. Sekalinya
uda kelar, si mem pamong kok susah ya dimintain tanda tangan. Laporan salah
terus, padahal uda sebaik yang ku bisa. Mana uda deadline, belum minta tanda tangan kepsek pula, apalagi tanda
tangan dosen. Absolutely, no. Oke, itu masalah yang ke-1.
Masalah
ke-2, soal nilai yang ternyata masih in
process alias Belum Lengkap alias BL di portal. Eh, nemuin si Oma deh, kena
omel sehabis-habisan, sepanjang-panjang kali lebar kali tinggi. Astaga, Oma,
segitunya!!
Ke-3
nya masih tetap aja gamang soal cinta-cinta an. Kalo ini kata temen-teman
perempuan ku dasar akunya yang sotoy. Pulang dari Enggano berharap langsung
ditanyain kabar nya, langsung dihubungin via BBM, Facebook,SMS, phone, atau apalah. Tapi harapan ya gitu, deh.
Banyakan gak terwujud dari pada terwujud. Jadi bete, kesal! Padahal waktu di
pulau (yang benar-benar susah signal)
aku merenung karena benaran nahan rindu, deh. Tapi ya mau dikatakan apa lagi,
kita tak akan pernah satu. Dia gak rindu aku, sodara-sodara.
Hhmmm,
sayang... tapi aku masih bahagia. Rabu kemarin, si Ike jadi pendamping di
kampus sampai sore menjelang. Kita punya problem
yang sama. Kita bertemu dan saling cerita dan saling mengumpat dan saling
mengasihani, juga menyemangati diri masing-masing. Tapi kami bahagia, sangat
bahagia.
Soal
laporan, Sayang, untungnya ada si Agnes yang baik hati memperbolehkan aku yang
rumahnya jauh banget dari kampus ini untuk numpang tidur dan numpang nge-print di kosan tercintanya yang kalo mau
masuk harus liat-liat bapak Kos dulu supaya gak ketauan nginep. Terimakasih ya,
Nang Agnes, juga buat susu hangat nya.
Ah,
ya... Kamis kemarin paling berkesan loh, sayang. Berjam-jam di asrama kampus
tepatnya di kamar si Lova. Kita berlima, aku, Vina, Ranti, Lova, Yoneng. Kita
berbagi apapun, kesedihan, keceriaan, kegalauan. Kita cerita apapun, skripsi,
cinta, keyakinan, patah hati, dan masa depan. Bahkan berbagi bedak, lipstik,
dan cermin. Benar-benar hangat, Sayang, meski hujan Kamis itu deras
bertubi-tubi.
Ah,
ini tentang perempuan dan teman. Aku perempuan, dan aku punya teman. Teman yang
siap berbagi, apapun itu selagi layak untuk dibagi. Teman yang punya karekter
beda tapi tak pernah jadi penghalang untuk sebuah tawa. Ah, terimakasih, ya
Perempuan.
Lalu
akhirnya, meski tadi aku sempat patah hati (lagi (versi sendiri)) gara-gara
jadi stalker-mu, Sayang, aku tak jadi
menangis karena ingat teman. Aku merasa, kamu yang jauh disana (dengan segala
milik mu) memang hanyalah kejauhan yang sangat sulit untuk digapai. Ya, sesuai
dengan ketetapan hati sendiri, tekad yang penuh, dan teman (perempuan) ku yang
sudah bolak-balik kasih petuah, aku putuskan untuk berhenti saja pada mu. I’m done with you, Sayang. Kamu kan
(sepertinya) emang gak juga suka aku sebagai perempuan. Lagipula, selama ini
itu bukan karena menyukai (ku pikir), tapi sikap menghargai karena kita sedang
dalam posisi yang sama. Tapi tetap saja terima kasih buat apapun ya, Sayang.
Ok,
girls! Jadi Kamis ini, kita banyak
dapat kata-kata dan istilah baru. “Beda Keyakinan”, “Cinta Lewat Udara”,
“Terlewatkan”, “Segudang Prestasi dengan Banyak Masalah Hati”, “Babi Terbang”
(upss), “Buta Warna”, “Kate Middleton”, “Iblis”, “Al-quran perempuan solehah”,
“Pindah Agama”, lalu apa lagi ya? Hahahaah.... apapun lah, terimaksih untuk
Kamis mendung ini. Meski hujan dan dingin, tapi hati kita tetap jadi tenang dan
hangat.
Ending-nya, biar makin
sok puitis, aku tulis ini yaa...
“Perempuan
yang cerdas mampu mengubah padang pasir menjadi taman bunga yang indah”. (Lima Perempuan : 2015)
Selamat
menuju Jum’at berkah, Sayang, Perempuan. Semoga berkah !!!
Readermu u panggil 'sayang' ya?
BalasHapushummmm.... aku tertarik dg topik percintaan & patah hatinya saja.. why boys is so inconsiderate?!! u ditolak setelah menyatakan ato gmana? kalo aku..hung! dia selalu berbuat sesuatu yg bikin kita debar2 (tapi kalo aku kasusnya begitu tau suka, aku gk bs bersikap normal lagi) tapi kebanyakan ya kalo cowo tau kita suka dia dia langsung besar kepala!!! dia (mungkin) tau kita gmana ke dia, tapi dia belagak bego.
BalasHapusWhy there's no gentleman around me?!
hahahha... aku ngakak baca komen mu dan. iya, reader ku kupanggil sayang, tp kadang sayang itu jd tokoh utama dalam tulisan ku beb... makanya karna si cowo nya 'inconsiderate' alias gak peduli sama aku gtu aku jadinya berani deh nuis soal ini... hahaha... yg lain kamu udah baca tulisan ku? ada yg spesial buat sam.. hihihihi
BalasHapusInspirasi yang diangkat dari realita dan pengalaman pribadi, memunculkan warna pemaknaan secara empati bagi yang membacanya. Mantap...
BalasHapusaduh.. abang kami Robertus Kofi sepertinya berlebihan.. hahah.. ini sekedar cerita mencurahkan isi hati loh bang... tapi tetap terimakasih.. saya jadi tambah semangat menulis :)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus