Tanggal dua-enam bulan empat
dua ribu empat belas..
Sayang,
malam ini begitu menggigilkan. Ini dingin, tanpa kehangatan yang menjalar.
Tubuh ini seperti mau kaku karena tekanan sang suhu malam.
Sayang,
bukan hanya tubuhku yang menggigil. Tapi hati ku lagi-lagi kaku karena dingin.
Padahal kemarin baru saja matahari menghangat, tapi hujan lagi, beku lagi.
Aku
menggigil. Hati ku mau dihangatkan dulu sebentar. Itu menjadi kaku dua hari
ini. Padahal dua hari kemarin masih seperti musim hangat. Dua hari yang lalu
masih terasa seperi bunga-bunga mekar di taman jiwa, tapi bunga nya lalu
berguguran, dan layu lesu mati.Cuma dua hari ceria, dua hari lagi tersiksa.
Dua
hari lalu, kami masih berjalan bersama, berdua bahkan, menikmati jalan telusur
kami di surga orang. Beriringan dengan cerita-cerita, ketawa-ketiwi, saling
menepuk pundak, tangan, dengan sayang. Dua hari lalu, dia nyata menangkap
tangan ketika aku mau jatuh melewati parit besar-lebar itu. Lalu ketika ada
belalang pelan-pelan diangkatnya dari leher ku. Dia juga menjaga waktu kepala
ku mau mengenai kemudi alat sawah itu. Dia juga memperlakukan ku seperti
istimewa (buat ku) dengan diksi yang memang membuat melayang waktu itu.
Dua
hari ini, seratus-delapan-puluh-derajat rasanya itu bergerak berputar. Dua hari
ini, dia bahkan diam, dingin, membekukan, mematahkan. Dua hari ini, dia
menghindar, berpindah, menoleh. Semuanya tentang mematikan sumbu hangat dihati
ku. Lalu diputarnya suhu itu menjadi nol derajat mungkin, atau kurang dari itu.
Yang jelas, itu sudah dingin sekarang, beku. O ya, juga gelap.
Cukup
dua hari lalu, juga dua hari ini (sepertinya). Aku cukup tahu sedikit tentang
arti dari dua hari lalu dan kini. Aku juga tahu, dia memang tidak seharusnya
menyalakan nya , hati ini, kalau benar cepat dimatikannya. Oohh....
Dua
hari ini, dia seperti kupu-kupu mati...
wuhuuuu~ 'dia' kah itu???
BalasHapussial.. cowo emang begini yakkk... aku juga ada begitu, dah kutulis di diary.. tapi aku-nya juga agak gmn gitu sih, kalo suka malah ngejauh gitu, takut ketahuan k k k jd mungkin aj dkira sombong)
dari ceritanya jadi setelah lulus kalian ketemu lagi?? (kalo itu 'dia')
BalasHapusoh bukan dia dong dan.. ini soal adek tingkat di kampus. omg aku sempet suka sama adek-adek.. aku aja kaget,, hahha
BalasHapus