Selasa, 13 Mei 2014

Dua Hari Lalu, Dua Hari Kini



Tanggal dua-enam bulan empat dua ribu empat belas..
Sayang, malam ini begitu menggigilkan. Ini dingin, tanpa kehangatan yang menjalar. Tubuh ini seperti mau kaku karena tekanan sang suhu malam.
Sayang, bukan hanya tubuhku yang menggigil. Tapi hati ku lagi-lagi kaku karena dingin. Padahal kemarin baru saja matahari menghangat, tapi hujan lagi, beku lagi.
Aku menggigil. Hati ku mau dihangatkan dulu sebentar. Itu menjadi kaku dua hari ini. Padahal dua hari kemarin masih seperti musim hangat. Dua hari yang lalu masih terasa seperi bunga-bunga mekar di taman jiwa, tapi bunga nya lalu berguguran, dan layu lesu mati.Cuma dua hari ceria, dua hari lagi tersiksa.
Dua hari lalu, kami masih berjalan bersama, berdua bahkan, menikmati jalan telusur kami di surga orang. Beriringan dengan cerita-cerita, ketawa-ketiwi, saling menepuk pundak, tangan, dengan sayang. Dua hari lalu, dia nyata menangkap tangan ketika aku mau jatuh melewati parit besar-lebar itu. Lalu ketika ada belalang pelan-pelan diangkatnya dari leher ku. Dia juga menjaga waktu kepala ku mau mengenai kemudi alat sawah itu. Dia juga memperlakukan ku seperti istimewa (buat ku) dengan diksi yang memang membuat melayang waktu itu.
Dua hari ini, seratus-delapan-puluh-derajat rasanya itu bergerak berputar. Dua hari ini, dia bahkan diam, dingin, membekukan, mematahkan. Dua hari ini, dia menghindar, berpindah, menoleh. Semuanya tentang mematikan sumbu hangat dihati ku. Lalu diputarnya suhu itu menjadi nol derajat mungkin, atau kurang dari itu. Yang jelas, itu sudah dingin sekarang, beku. O ya, juga gelap. 
Cukup dua hari lalu, juga dua hari ini (sepertinya). Aku cukup tahu sedikit tentang arti dari dua hari lalu dan kini. Aku juga tahu, dia memang tidak seharusnya menyalakan nya , hati ini, kalau benar cepat dimatikannya. Oohh....
Dua hari ini, dia seperti kupu-kupu mati...

3 komentar:

  1. wuhuuuu~ 'dia' kah itu???
    sial.. cowo emang begini yakkk... aku juga ada begitu, dah kutulis di diary.. tapi aku-nya juga agak gmn gitu sih, kalo suka malah ngejauh gitu, takut ketahuan k k k jd mungkin aj dkira sombong)

    BalasHapus
  2. dari ceritanya jadi setelah lulus kalian ketemu lagi?? (kalo itu 'dia')

    BalasHapus
  3. oh bukan dia dong dan.. ini soal adek tingkat di kampus. omg aku sempet suka sama adek-adek.. aku aja kaget,, hahha

    BalasHapus