Minggu malam, 5 Januari 2014
Selamat malam. Malam ini aku kembali dengan kisah ku hari
ini. Hari ini dibuka dengan membuka kedua mata ku, lalu bergegas melakukan
tugas-tugas pagi ku. Namun, hari ini ada hal yang cukup membuatku bahagia
sesaat. Hari ini, sahabat baik ku sekaligus abang ku mengajak ku menonton salah
satu film di bioskop. Kami menonton film bersama yang membuat kami saling
bahagia. Dengan alur cerita yang cukup menarik, cukup membuat kami menceritakan
bagian demi bagian manis yang terngiang di hati kami masing-masing. Menyatakan
kepuasan atas apa yang kami lihat, dengar, dan membuat kami merasa.
Tak cukup disitu, kami juga berfoto bersama. Lalu sambil berjalan
kaki memegang secangkir ice capucino
ditemani roti dengan aroma yang sama. Kami berjalan, bercerita, bergurau,
seolah tak ada beban berat di pundak yang harus ditanggung. Kami lupa akan
kewajiban-kewajiban kami yang lain yang tak kalah pelik mengganggu pikiran
kami, menyempitkan hati. Kami tak peduli akan keadaan sekitar. Saat itu, yang
kami tahu adalah kami sedang berbagi pengalaman manis. Saling mengisi dengan
cerita-cerita yang kami punya satu sama lain. Dan yang paling penting adalah,
kami bahagia...
Hari ini, dari segala kisah yang kami rasakan, bagian
terbaik adalah perjalanan dengan kedua kaki kami sendiri, yang ku pikir adalah perjalanan kami yang
singkat namun hangat. Hanya berjarak kira-kira 150 meter. Bahkan sebenarnya ada
jalan lain yang lebih singkat, namun rasanya jalan yang kami pilih adalah jalan
yang terbaik untuk kami saling berceritera, saling bercanda, mengejek. Hari
ini, aku benar-benar bahagia. Aku senang bisa merasakan betapa aku punya
seorang sahabat dan abang yang baik yang dapat menjadi tumpuan cerita-cerita
ku, pahit dan manis.
Abang, terima kasih untuk hari ini. Kapal Van Der Wirjk yang
kita tonton di bioskop tadi boleh saja tenggelam, namun ku pikir kebahagiaan
kita akan terus mengapung bersama kebahagiaan-kebahagiaan lain yang akan
menanti kita di masa depan nanti. Terima kasih untuk semangkok baksonya, untuk
dua tiket film nya, untuk foto box nya, untuk ice capucino cincau nya, untuk roti aroma kopinya, untuk ejekannya,
untuk tawanya, untuk senyumannya, untuk jalan kakinya, dan untuk kehangatannya.
Walaupun di akhir perjalanan kita tadi, kita memilih jalan yang berbeda, aku ke
kanan dan abang ke kiri, tapi tidak bermakna apa-apa akan perbedaan itu.
Intinya, tujuan kita sama dan satu. “Aku dan kamu akan bersahabat, bersahabat
sampai mati. Apa yang kamu makan, itu pula yang aku makan...” selamat
tidur, bang... selamat tidur sahabat ku. Mimpi indah ya... Tuhan
memberkati J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar