Selasa, 20 Mei 2014

Selamat Jalan Cinta Masa Kuliah

Sabtu malam, 04 Januari 2014.

Malam ini, malam minggu pertama di tahun ini, tahun 2014. Berhujan, basah, dan lagi-lagi sepi. Malam ini, aku kembali membuka akun Facebook ku. Ku lihat disana, dia menyukai status terakhir ku. Status ku untuknya. Status yang kutulis karena kepergiannya kembali ke kampung halamannya, ke keluarga nya, ke masa kecil nya. Tapi aku tidak menyangka dia akan menyukai itu. Ku pikir, dia hanya sekedar melihat, lalu merasa dengan hatinya, bahwa itu memang untuknya. Hmmmmm.... tidak bisa dipungkiri, aku masih cukup menyukai dia, abang seperhimpunan. Meski tidak begitu suka seperti dulu. Tapi, setidaknya sudah hampir 2 tahun kami bersama, disitu jugalah aku berusaha memendam perasaan ku padanya.
Malam ini, seperti biasa tanpa diduga dia memulai percakapakan dengan ku melalui Facebook. “Happy New Year Jeje....” singkat, padat, dan sepertinya tak berarti apa-apa untuknya. Hanya, mungkin saja Cuma aku yang begitu antusias melihat pesannya. Namun aku mencoba untuk biasa, masih belum rela kalau ia tahu sepenuhnya bahwa aku pernah menyukainya. Aku takut bahwa aku akan seperti teman perempuan ku. Teman seperhimpunan kami juga. Hanya saja, ia baru bergabung tahun 2013 lalu. Ia cantik, manis, khas wajah keayuan. Karena kelebihan fisiknya jualah mungkin, akhirnya sang Abang terpikat. Lalu mencoba mendekati si gadis ayu. Namun malang, berdasarkan kabar yang kudengar, ia ditinggalkan ke Medan ketika ia sudah mulai membuka hatinya pada pria itu. Kasihan.... itulah sebabnya aku tak mau ia secara terang-terangan tahu perasaan ku. Aku takut ketika ia tahu terang-terangan, maka aku pun terang-terangan ditolak. Sudah sangat sering ditolak, aku sudah tidak mau, tidak ingin. Cukup sakit, jadi aku tidak ingin coba merasakannya lagi.
Malam ini, aku berjanji lagi, meski sepertinya sudah banyak kali aku berjanji untuk ini. Aku berjanji sungguh, aku akan menutup kisah bersama si Abang seperhimpunan ku. Aku akan selesai dengannya. Cukup saja kenangan kemarin. Aku sudah menyerah untuknya. Mulai saat ini, aku akan kembali ke perasaan sebelum aku menyukainya. Sebatas kakak dan adik. Cukup. Kenangan bersama dia akan menjadi kenangan yang manis yang akan menjadi cerita hangat ketika kami kelak bertumbuh dan kembali bertemu. Ia akan bahagia dengan pasangannya nanti, dan aku akan sangat bahagia dengan kehidupan ku di masa yang akan datang.
Selamat jalan, cinta masa kuliah ku. Akhirnya, memang benar-benar harus terhenti disini. Maaf, ketika aku tidak ada menjenguk mu saat sakit, sebelum akhirnya kau berangkat ke kota asalmu. Maaf juga,sebagai adik aku tidak ikut mengantar kepulanganmu kemarin, tepat jam 7 pagi. Tapi aku bersyukur mengenal mu, Bang. Terimakasih untuk semua kisah manis dan pahit yang sudah tertoreh dalam lembaran kisah hidup ku. Terima kasih telah memberi debaran jantung pada masa lalu. Terima kasih karena sudah mengajari aku banyak hal, sudah membantu pekerjaan ku di perhimpunan, sudah menguatkan ku ketika aku menangis. Terima kasih banyak. Sungguh terima kasih. Selamat tinggal ...... 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar